Barcelona akan memulai perjalanan di Liga Champions melawan SV Eindhoven pada 18 September 2018.
Sepakbola.com, Catalonia – Direktur Barcelona, Ariedo Braida, melihat jika kans klubnya untuk melaju jauh di gelaran Liga Champions musim 2018/2019 ini cukup besar. Tergabung di grup sulit, Los Cules tetap difavoritkan untuk melenggang asalkan tidak meremehkan para lawan.
Grup B yang dihuni Barca memang diatas kertas akan banyak menyajikan big match. Bagaimana tidak? Selain kampiun La Liga musim lalu tersebut, PSV Eindhoven, Tottenham Hotspur, dan Inter Milan juga terjejal di dalamnya.
Jika melihat trek rekor PSV dan Inter yang dalam beberapa tahun terakhir masih kesulitan menembus panggung UCL maka Barca dan Spurs adalah dua kuda pacu tercepat. Meski demikian Braida mengingatkan Lionel Messi dan kolega agar tidak terlalu jemawa.
“Barcelona adalah salah satu kesebelasan terbaik dunia tapi setiap laga harus dijalani dengan kehati-hatian ekstra. Anda harus bersiap untuk segala kemungkinan terburuk,” papar Braida pada Radio Rai.
“Lawan yang gampang hanya ada dalam teori. Aku tetap tidak menyangkal jika memiliki Messi dan Philippe Coutinho dalam tim akan memudahkan langkah siapa saja,”
“Dalam sepak bola selalu ada kejutan dan itu adalah seni dari olahraga ini. Semoga saja Inter dan Spurs bisa kami kalahkan. Klub ini tidak kenal rasa takut,” tandas mantan salah satu eksekutif AC Milan ini.
Rekor head to head tak jadi patokan

Bagi Barca, baik Spurs, PSV, ataupun Inter bukanlah lawan yang asing. Di masa lalu ketiganya sudah pernah dijajal dengan berbagai hasil akhir. Sayang kebanyakan pengalaman ini sudah tidak bisa dijadikan referensi analisis karena sudah terlampau lama.
Spurs baru dihadapi Barca dua kali di ajang resmi yakni Piala Winners edisi 1981-1982. Kala itu Los Cules dan The Lilywhites beradu di babak semifinal dan wakil Spanyol-lah yang keluar sebagai pemenang dengan aggregat 2-1.
Smeentara itu PSV lebih sering dengan enam perjumpaa dengan Barca di Liga Champions maupun Liga Europa. Hasilnya jawara Eredivisie itu mampu mengamankan tiga hasil imbang dan satu kemenangan. Duel terakhir tercatat pada musim 1997/1998 fase grup UCL.
Untuk Inter, Barca kebetulan punya dendam belum terbalas yang dimulai sejak semi final UCL 2009/2010. Pasalya di empat besar La Beneamata mampu menggulingkan mereka dengan total skor 3-2. Akhirnya Inter bersama pelatih Jose Mourinho di akahir kompetisi menjadi juara dan bahkan menghiasnya dengan treble. (Sumber: Football Italia)
Penulis: Izzuddin Faruqi Adi Pratama/Editor: Rudi Purwantoro
The post Jadi Unggulan Di Grup B Liga Champions, Barcelona Diminta Tetap Waspada appeared first on SepakBola.com - Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.